dalam masa merasakan kesendirian yang panjang, hati membuat sebuah prinsip kalau hati ini harus menutup diri dari sebuah kasih dan cinta. membunuh semua karakter yang ada, membangunkan setiap jiwa kompetitif yang dahsyat. dan memperlakukan hati lunak sebagai kompetitor, bukan kesayangan.

waktu berganti dengan masuknya hati lain dalam hati ini diangka yang manis, angka sembilanbelas. sebelumnya agak canggung “apa yang harus dilakukan hati ini untuknya?”, karena hati itu yang pertama. “kenapa dalam hubungan itu selalu saja ingin tahu keadaannya dan selalu saja khawatir?” hati ini bingung. jalannya waktu, hati inipun terbiasa dengan sebuah kasih yang diberikan olehnya. dimulai dari setiap hari kami harus bertemu dan melepas kelelahan bersama. namun, kenapa ada yang saling bunuh disaat itu? hati ini belum terbiasa, sifat transisi dari sebuah hati yang polos menyebabkan hatinya meneteskan sebuah air yang murni. hati ini hanya bisa memaki, dan marah ketika hatinya tidak saling menyentuh. bingung! kenapa hati ini terus menyiksa, kenapa hatinya menjadi kaku saat ini. diangka yang manis itu hati kami memilih masa depan bukan sekadar cinta yang biasa, kami menemukan sebuah chemistry bukan satu atau dua hari yang berlalu, hati ini menentukan hatinya juga karena hati ini tau betapa manisnya wajah dan sikap yang memiliki hati itu.

saat ini hati ini hanya duduk di lataran rumah, menanti dan mengharapkan setiap kata yang masuk, melihat sebuah telvon genggam dan mengharapkan sebuah sms yang isinya sebuah jawaban yang positif.

tapi kenapa lagi-lagi hati ini yang merusaknya, orang bodohpun tahu kalau dia gak seharusnya berada didekat orang yang selalu buatnya sakit, tapi kami memiliki komitment yang kuat, karena di angka dua puluh empat akan terjadi sebuah klimaks yang ada, tapi kenapa lagi-lagi kami dihadapkan sebuah masalah yang buat dia jadi rapuh. apakah ini takdir Allah, tapi kenapa takdir Allah itu membuat hati sakit. padahal Allah sangat sayang dengan ciptaannya.

hanya bisa menunggu dan ikhtiar, dari setiap hal yang ada dan harus yakin, karena keyakinan lah yang membuat manusia ciptaan menuju klimaksnya.

sebuah kisah yang manis untuk saya, dan saya berharap kisah ini dapat memberikan sebuah cerita-cerita yang menarik yang berakhir dengan happy ending. sampe saat ini saya masih menunggu sebuah jawaban positif darinya, hanya jawaban positif darinya….

Iklan