hati sangat sempit ketika hati lain menarik sebuah nyawa secara paksa. nangis, teriak, sakit, hanya bisa terobati dalam sebuah kenangan oleh indahnya. menatapi langit diangkasa, melihat gelapnya malam tanpa bintang, hanya bisa membuat hati ini menjadi semakin sempit dan layu. memotong sebuah aliran darah, hanya membuat keterpurukan diri.

Allah, apakah hati ini membutuhkan senyumnya. “hari ini harus menjadi hari yang baik” selalu terlontar dari pepatah, pepatah yang lain mengatakan, “apakah dalam rusaknya sebuah hati dapat memberikan hari esok yang lebih baik?”. tiada orang yang dapat menjawab sebuah pertanyaan itu, terkecuali si bodoh yang menjawab, “bukannya kita bisa menggantikan hal yang hilang dengan hal yang baru!”. menurut hati itu bukan jawabanya. egois! hati ini memang egois, seribu kali tombak menusuk hati ini, tapi kenapa hati ini tidak jera! “jera? kenapa harus jera?” si hati bodoh ini dengan egoisnya berkata, “hati ini gak akan mau jera sedikitpun”, “bodoh, hati memang bodoh merasakan hal yang sakit dan selalu diulang” hati lain berkata.

hati ini memang bodoh menyianyiakan sebuah kenangan manis yang dia butuhkan dengan sebuah tombak yang menusuk hatinya. “siapa yang gak sakit, BODOH”, teriakan emosi dari hati ini. “kenapa sakit? bukannya kita sudah kominment dengannya! kenapa tombak kecil bisa buat hati rusak? kenapa tidak saling memahami?” si bodoh berkata.

kenapa segitu banyaknya kepribadian dalam satu tubuh ini? siapa yang benar? mana yang benar? kenapa semuanya saling tidak ingin mengalah untuk salah? kenapa semua hati ini meluap ketika kesalahan datang, dimulai dari sibodoh dan si sok pintar. Allah kenapa kau ciptakan sebuah emosi untuk merusak manusia? untuk merusak sebuah cinta? namun, saya sudah memilih satu hati yang akan menempati satu tubuh yang akan kuat. hati yang sok pintar yang akan menjunjung cintanya dengan darah ditangannya, dan dengan mengabaikan dan membunuh setiap emosi yang menjadi tantangan hidup manusia ciptaan.

sebuah hati yang selalu memberikan tempat terbaik untuk hati lain. hati lain yang diharapkan senyumnya dari sebuah ketulusan hatinya.

dari sebuah hati yang murni, karena itu adalah cinta sejati…..

Iklan