saat saya dijenjang SD saya bisa dibilang anak yang nakal dan berantakan. saya termasuk anak yang tidak nurut apa yang dibilang sama ibu saya. saya selalu jajan-jajanan sembarangan. tapi ketika salah satu teman saya ada yang meninggal dunia karena sakit akibat terlalu sering konsumsi makanan yang dijual di emperan jalan, saya menjadi takut jajan karena takut mati. namanya anak2, ketika berkomit untuk tidak akan jajan sembarangan karena takut mati, masih aja tetep jajan sembarangan.

ketika pulang kerumah atau saat main kerumah temen saya selalu bertemu dengan kakek-kakek penjual es campur gendong, dan selalu bertemu dengan kakek yang sama. dalam keadaan yang belia dengan gagahnya kakek-kakek ini menguatkan diri untuk mengangkat beban dagangannya yang berat. walaupun saat itu saya termasuk anak yang pilih-pilih dalam minum dan makan, makanan yang beracun, tapi saya suka dengan jajanan kakek itu, karena rasa esnya yang enak dan penjualnya yang ramah dan baik.

selama saya SD saya selalu jalan kaki dari sekolah sampe rumah. dan setiap diperjalanan saya selalu bertemu dengan kakek penjual es krim itu yang sedang neduh di pelataran masjid dan selalu saja senyum ke saya dan menawarkan “es dek?”. saya pun membalas senyum kakek2 itu. saya tau kakek2 itu sejak saya SD kelas 3 dan selama 3 tahun sampai saya kelas 6 SD, saya masih bertemu dengan kakek2 itu saat saya pulang jalan kaki kerumah.

hal yang serupapun terjadi. ketika saya SMP saya masih suka melihat kakek2 ini dan masih dengan jualannya yang sama, es campur. namun keadaan kakek2 ini terlihat semakin lelah.selama tiga tahun saya SMP saya suka melihat kakek2 ini dijalan sedang berjualan es krim.

dan saat saya SMA, entah kenapa kakek2 ini suka lewat didepan rumah saya. hal yang saya kangenin ketika kakek2 ini lewat rumah dan menegur almarhum nenek saya yang sedang duduk diteras rumah. dengan lantang nenek saya bilang “pang laris pak”. walaupun tidak pernah membeli barang2 yang didagangkan oleh pedagang2 yang lewat rumah. nenek saya selalu saja mendoakan mereka agar laris dagangannya. ya Allah semoga kuburannya dilapanglan oleh-Mu (amin).

kita kembali lagi ke cerita kakek2 penjual es campur keliling tadi. mungkin sudah 10 tahun saya melihat perkembangan kakek2 ini. tetangga saya suka membeli es kakek ini. saya pun juga ketika ada uang jajan.namun barang jualannya semakin sedikit dari saya SD sampai SMA. apa karena kakek yang sudah gak kuat lagi? yah mungkin iya.

saat saya kuliah ini saya jarang melihat kakek2 ini lagi.

dan siang ini saya melihat kakek2 ini lewat depan rumah saya, tapi bukan dagangannya yang dulu. kakek ini beralih dari penjual es krim menjadi menjual ikan2 mas kecil yang dibungkus dengan plastik seadanya. saat saya masukin motor saya melihat kakek2 ini dan selalu saya senyum dihadapannya saya. dengan keadaannya yang sangat belia itu, kakek2 itu tidak mau mengemis, kakek ini masih mau mendapatkan rezeki walaupun menjual ikan yang jarang diminati orang itu. dengan menjual satu ikan mas kecil dengan harga 1000, kakek ini menawarkan dagangannya kesetiap rumah. dan orang2 yang berkumpul.

saat saya tanya mama saya, ko kakek2 itu gak jualan es? mama saya bilang “katanya dia udah gak kuat lagi keliling2 bawa pikulan yang berat! ya jadi jualan itu”.

saya terharu melihat kakek2 itu. dan saya berfikir. kenapa kakek2 yang sudah tua itu, yang seharusnya hanya hengkang2 kaki dirumah menikmati masa2 tuanya, tetapi tetap ada dijalan, keliling untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. hal yang sebaliknya, saya yang masih muda hanyak tidur dan bermalas2an dirumah dan jauh lebih kejam ketika menunggu datangnya uang jajan dari orang tua.

dunia ini memiliki karakteristik berkebalikan. yang tua berkerja keras dan yang muda bermalas2n. disekitar kita sebetulnya banyak hal yang dapat dijadikan masukan dalam membentuk masa depan yang sempurna.

jika kita baca artikel sebelumnya yang bejudul “tiket sebuah pengorbanan perang” maka kita dapat menjadikan mereka sebagai sumber tiket kita dalam meraih keuntungan akhirat. karena Allah menjadikan yang miskin sebagai sumber kekayaan si kaya dalam akhirat nanti, dan si kaya dapat memberikan kekayaan si miskin dalam dunia ini.

Allah memang menciptakan semuanya berpasangan.

sekian cerita singkat dari saya, saya memang gak pandai dalam merangkai kata, tapi cukup cerdas untuk menyusun kalimat.ho3…

saya berharap cerita saya ini dapat memberikan sebuah inspirasi baru dalam dunia baru teman2. kakek2 itu mungkin akan terus berjualan sampai Allah memanggilnya (astagfirullah). saya berharap Allah memberikan tempat yang terbaik untuk kakek itu dan untuk kita semua dalam merajut dunia baru yang dimulai dari detik ini..

yuup…sekian. daaaaah

Iklan